Aku pun bertanya, seperti biasanya, “Biar apa, Ayah?”“Biar kamu tidak sombong jadi manusia, Zarah.” ujarnya sambil tersenyum, lalu mengecup keningku. Seperti biasanya.Di tengah orang yang berlomba – lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia. Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah?

Aku pun bertanya, seperti biasanya, “Biar apa, Ayah?”“Biar kamu tidak sombong jadi manusia, Zarah.” ujarnya sambil tersenyum, lalu mengecup keningku. Seperti biasanya.Di tengah orang yang berlomba – lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia. Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah?

  1. sombong
  2. rendah hati
  3. religius
  4. tabah
  5. Semua jawaban benar

Jawaban: B. rendah hati.

Dilansir dari Ensiklopedia, aku pun bertanya, seperti biasanya, “biar apa, ayah”“biar kamu tidak sombong jadi manusia, zarah.” ujarnya sambil tersenyum, lalu mengecup keningku. seperti biasanya.di tengah orang yang berlomba – lomba menjadi patung lilin, ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia. watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah rendah hati.

Baca Juga  Anda ditunjuk menjadi seorang pemimpin pada sebuah tim dari berbagai lulusan universitas terkemuka. Akhir-akhir ini tim anda mendapatkan banyak tugas dengan deadline yang lumayan singkat, akan tetapi tim anda selalu berhasil menyelesaikan tugas-tugas tersebut dengan hasil yang memuaskan. Banyak yang menilai jika kinerja tim anda sangat bagus. Menurut anda apa penyebabnya?

Leave a Comment